Dengan menyebut nama Allah yang maha
pengasih lagi maha penyayang.
Demi masa. Sungguh, manusia berada
dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan
serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.
(Q.S Al-Ashr:1-3)
Masa
adalah waktu yang berjalan begitu cepat. Bersama masa segalanya terjadi dan
berlalu tanpa terasa, bahkan banyak diantara manusia yang tidak menyadari akan
cepatnya masa bergulir. Demikian masa pada kehidupan manusia, sehingga Allah
bersumpah atas nama masa. Ketika manusia dengan segala kelemahannya tak mampu
hidup sendiri. Berbagai upaya dilakukan untuk memaknai kehidupan. Nyatanya
kebersamaan dalam menjalani kehidupan membuat hidup jadi lebih berarti.
Pelajaran-pelajaran berharga telah dituak. Dan berserah kepada yang Maha Kuasa
adalah pelipur segala.
Perjalanan
kehidupan terus bergulir. Pengalaman demi pengalaman dialami. Suka ditingkah
duka, gembira di dera nestapa menjadi hal biasa. Kegagalan dan keberhasilan
silih berganti sebagai hasil dari usaha. Semuanya adalah anugrah dari sang
Pencipta.
Menurut situs WHO, Virus corona adalah keluarga
besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada
manusia corona diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang
lebih parah Middle East Respitory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory
Syndrome (SARS). Virus corona paling baru yang ditemukan adalah virus corona
COVID-19. Virus ini termasuk penyakit menular dan baru ditemukan di Wuhan,
China pada Desember 2019 yang kemudian menjadi wabah.
Pandemi mematikan tersebut tidak pandang bulu,
siapapun orangnya (kaya atau miskin, muda ataupun tua, dan sebagainya) bisa
tertular Covid-19. Karenanya, ibadah puasa di tengah wabah Covid-19 me-restart diri manusia agar merenung
dan mengingat kembali kekuasaan Allah SWT. Sehebat apapun manusia berencana,
Tuhanlah yang menentukan. Selain itu, kita berharap puasa di tengah pandemi
tidak hanya mampu menumbuhkan kepekaan spiritual seseorang, namun juga kepekaan
sosial. Wujud dari kepekaan sosial ialah sikap empati dan pro-sosial. Empati
berarti suatu keadaan di mana orang merasa dirinya berada dalam perasaan atau
pikiran yang sama dengan orang lain. Sementara pro-sosial merupakan tindakan
moral seperti rela membantu seseorang yang membutuhkan.
Life
must be go on, Guys!
Yesterday
is a history. Tomorrow is a mystery.
Today
is a gift. That’s why we call it PRESENT.
Tiada yanga abadi di dunia ini so let’s cherish
every moment. Kita harus menghargai waktu, setiap saat, bahkan setiap detik
yang dialami dalam hidup ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar