Senin, 11 Mei 2020

GORESAN AKSARA




HAVE A NICE DAY

Pagi yang cerah, burung-burung terdengar ramai bernyayi berharap hari ini ada kabar baik yang akan datang, Perasaanku mengatakan begitu.
Bermula dari sebuah gambar yang di lihat syafira tentang London, Inggris. Dia memendam impian untuk pergi ke sana suatu hari nanti. Dia yakin sekali kalau dia akan pergi ke tempat itu. Bukankah banyak orang yang sukses sebelumnya memiliki impian terlebih dahulu?
Syafira bukanlah seorang anak yang berasal dari keluarga berada. Ayahnya seorang pedagang sayur kelilig. Sedangkan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang mempunyai usaha warung kecil-kecilan di rumah. Bagainya, impian ke London memang mustahil. Janganpun untuk pergi ke tempat itu, untuk makan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari saja kadang orangtuanya kewalahan. Namun begitu, dia tak sekalipun mengeluh dengan keadaannya. Dia selalu semangat dalam belajar, mengaji, berdoa serta tak lupa untuk bersyukur setiap hari.
Sore itu, syafira sedang bermain didepan rumanhnya. Bersama Nurul baru saja pulang mengaji, ibu terlihat sedang melayani pembeli yang datang ke warungnya, sementara ayah masih sibuk membersihkan roda gerobak yang dipakai buat berdagang sayur. Alhamdulillah, hari ini dagangan Bapak habis.
Doakan aku ya..semoga namaku lolos dalam daftar pemenang yang bisa pergi ke London, “ kata Syafira penuh berharap .
Aku pasti akan selalu mendoakanmu, asalkan kamu juga harus yakin, “ Nurul memeluk Syafira.
Wah, beruntung sekali menjadi anak seperti Syafira, meskipun anak yang tak punya tapi dia sudah pernah jalan-jalan ke bali, lombok, lampung dan lain-lain. Semua ini karna prestasinya”, ucap Nurul dalam hati.
Syafira adalah anak yang pintar, dia pernah pergi ke kota-kota besar di Indonesi, tujuannya adalah mengikuti lomba tingkat nasional, Syafira selalu jadi juara lomba pidato bahasa Inggris, prestasi yang sangat membanggakan.
Malam itu, Syafira sedang di dalam sebuah wahana yang super tinggi. Dari sana, dia dapat melihat seluruh pemandangan kota london yang warna-warni. Bahkan, beberapa icon London dapat disaksikan dari atas sana. Seperti Statsiun Waterloo di sisi timur. Waterloo merupakan tempat pemberhentian bagi kereta Eurostar yang bisa mengantar ke Paris dan kota-kota lain di Eropa. Di sisi barat, diapun dapat melihat keadaan Ratu Elizabeth alias Istana Buckingham dari Katerdal Wesminster dari kejauhan.
Syafira tidak sendiri di sana. Ibu dan bapaknya juga berada di dekatnya. Dia mencoba memejamkan mata, lalu, membuka lagi rupanya dia masih di sana. Berarti ini bukan mimpi, ini nyata.
The London Eyes. Itulah nama wahana yang sedang di naiki sekarang. The London Eye adalah wahana tertinggi di London, Inggris bentuknya menyerupai kincir angin raksasa dengan ketinggian 135 meter dan diameter roda 12o meter. The London Eye terletak ditepian sungai Themes, tempatnya berada di samping gedung parlemen dan menara jam Big Ben yang legendaris.
Kincir raksasa itu terdiri dari 32 buah kapsul, kincir akan berputar dengan kecepatan 0,26 meter per detik. Jika menaikinya, kita akan menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk satu kali putara. Dengan waktu yang cukup lama ini, kita bisa menikmati pandangan kota london sepuasnya dari dalam kapsul kincir angin raksasa itu. Wahana ini dirancang oleh arsitek David Marks dan Julian Berfield.
Syafira selalu takjub dengan apa yang dilihatnya. Anak itu malah selalu menahan untuk tidak berkedip, rugi rasanya bila harus mehilangan satu moment saja.
Hari yang cerah, matahari sudah terlihat gagah dengan sinarnya. Syafira masih membantu ibunya membawa barang dari dapur ke warung. Nurul sahabat syafira dengan sabar menunggu menyelesaikan tugasnya dulu. Setelah itu, dia dan Syafira berangkat bersama ke sekolah.
Ada segenggam harapan bagi Syafira di pagi hari ini. Kata ibu kepala sekolah, hari ini adalah pengumuman siapa saja anak berprestasi yang akan di ajak berlibur ke London, inggris. Bukan hanya Syafira yang sedang berharap namanya masuk dalam daftar tersebut, melainkan seluruh guru dan murid-murid di sekolahnya pun berharap demikian.
Karena dengan begitu, berarti sekolah syafira akan di kenal sebagai sekolah yang menghasilkan murid berprestasi.
Wah, bagaimana mimpinya? Pasti seru ya...syafira? ya...lumayanlah meskipun Cuma mimpi. Hehe...sahut Nurul sambil tertawa kecil.
“Impianku pergi ke London sampai terbawa mimpi” kata Syafira pada Nurul saat mereka berdua berjalan kaki menuju sekolah. Dalam mimpi itu aku naik The London Eye. Dari sana, aku bisa melihat pemandangan kota Loondon yang cantik”.
Semoga hari ini mimpiku bisa menjadi kenyataan, ya “
“Amiinn...selalu berdoa syafira, nurul menasehati.

Kring..kring...kring...
Bel berbunyi tiga kali pertanda murid-murid harus memulai pelajaran pertama. Semua murid kelas 4 membuka buku bahasa inggris. Karena sebentar lagi pak Ardi akan datang sambil membawa soal-soal ulangan bahasa inggris. Hari ini ada jadwal ulangan.
Beberapa menit kemudian, pak ardi masuk kelas. Tapi, dia tak terlihat membawa soal-soal seperti perkiraan anak-anak kelas 4. Dia justru datang bersama ibu kepala sekolah.

Semua murid terdiam heran...

“Assalamualaikum, anak-anak, sebelumnya ibu akan meminta maaf karna telah mengganggu aktivitas belajar kalian,” ujar ibu kepala sekolah. “Pagi ini, ibu akan menyampaikan berita penting sekaligus menggembirakan untuk kalian semua”.

Semua anak-anak terdiam....

Alhamdulillah, salah saru murid dari sekolah ini, yaitu Syafira masuk dalam daftar pelajar berprestasi yang berkesempatan berlibur ke London, Inggris. Ibu ucapkan selamat untuk syafira,” ibu kepala sekolah tersenyum ke arah Syafira.
Syafira hanya terdiam dan termangu sambil mengepalkan kedua tanagnnya, kalau Nurul tidak mencubitnya, mungkin dian akan merasa bahwa ini hanya mimpi saja.
Syafira, impianmu benar-benar terwujud. Mimpimu akhirnya menjadi kenyataan”. Ucap Nurul.
Syafira merasa senang dan dia berucap syukur kepada Allah SWT atas izinnya mimpinya menjadi kenyataan.
“Untuk anak-anak semuanya, bercita-citalah setinggi langit. Miliki mimpi yang besar. Pasti mimpi itu akan kita gapai kalau kita mau berusaha dan berdoa” , ujar pak ardi. Syafira adalah contoh teladan bagi kita dalam mewujudkan impian. Jangan pernah putus asa, karena Allah akan membuka jalan bagi orang-orang yang berusaha dan bersabar, selamat untuk syafira, “have a nice day” ujar pak ardi. 
 Dia pulang ke rumah dan membawa kabar yang bahagia, setelah bercerita ke ibunya dia memutuskan untuk segera mempersiapkan segala sesuatunya. Ayahnya pulang ke rumah dan Syafira menyampaikan berita bahagia itu kepada ayahnya. Lalu, Ayah dan ibunya sangat senang mendengar kabar itu.
“Selamat ya anak ayah dan ibu yang pintar dan cerdas.....” ucap ayah dan ibu sambil memegang tanganku.
Akhirnya, mimpi Syafira benar-benar terwujud. Dia tersenyum membayangkan saat dia duduk di London Eye seperti yang dialaminya dalam mimpi. Tapi, kali ini dia benar-benar sedang tidak mimpi dan dia nyata sedang duduk di sana sambil menyaksikan kota London yang indah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar