HAVE A NICE DAY
Pagi yang cerah, burung-burung
terdengar ramai bernyayi berharap hari ini ada kabar baik yang akan datang,
Perasaanku mengatakan begitu.
Bermula
dari sebuah gambar yang di lihat syafira tentang London, Inggris. Dia memendam
impian untuk pergi ke sana suatu hari nanti. Dia yakin sekali kalau dia akan
pergi ke tempat itu. Bukankah banyak orang yang sukses sebelumnya memiliki
impian terlebih dahulu?
Syafira
bukanlah seorang anak yang berasal dari keluarga berada. Ayahnya seorang
pedagang sayur kelilig. Sedangkan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang
mempunyai usaha warung kecil-kecilan di rumah. Bagainya, impian ke London
memang mustahil. Janganpun untuk pergi ke tempat itu, untuk makan dan memenuhi
kebutuhan sehari-hari saja kadang orangtuanya kewalahan. Namun begitu, dia tak
sekalipun mengeluh dengan keadaannya. Dia selalu semangat dalam belajar,
mengaji, berdoa serta tak lupa untuk bersyukur setiap hari.
Sore
itu, syafira sedang bermain didepan rumanhnya. Bersama Nurul baru saja pulang mengaji,
ibu terlihat sedang melayani pembeli yang datang ke warungnya, sementara ayah
masih sibuk membersihkan roda gerobak yang dipakai buat berdagang sayur.
Alhamdulillah, hari ini dagangan Bapak habis.
“Doakan aku ya..semoga namaku lolos dalam
daftar pemenang yang bisa pergi ke London, “ kata Syafira penuh berharap .
Aku
pasti akan selalu mendoakanmu, asalkan kamu juga harus yakin, “ Nurul memeluk Syafira.
“Wah, beruntung sekali menjadi anak seperti Syafira,
meskipun anak yang tak punya tapi dia sudah pernah jalan-jalan ke bali, lombok,
lampung dan lain-lain. Semua ini karna prestasinya”, ucap Nurul dalam hati.
Syafira
adalah anak yang pintar, dia pernah pergi ke kota-kota besar di Indonesi,
tujuannya adalah mengikuti lomba tingkat nasional, Syafira selalu jadi juara
lomba pidato bahasa Inggris, prestasi yang sangat membanggakan.
Malam
itu, Syafira sedang di dalam sebuah wahana yang super tinggi. Dari sana, dia
dapat melihat seluruh pemandangan kota london yang warna-warni. Bahkan,
beberapa icon London dapat disaksikan dari atas sana. Seperti Statsiun Waterloo
di sisi timur. Waterloo merupakan tempat pemberhentian bagi kereta Eurostar
yang bisa mengantar ke Paris dan kota-kota lain di Eropa. Di sisi barat, diapun
dapat melihat keadaan Ratu Elizabeth alias Istana Buckingham dari Katerdal
Wesminster dari kejauhan.
Syafira
tidak sendiri di sana. Ibu dan bapaknya juga berada di dekatnya. Dia mencoba
memejamkan mata, lalu, membuka lagi rupanya dia masih di sana. Berarti ini
bukan mimpi, ini nyata.
The
London Eyes. Itulah nama wahana yang sedang di naiki sekarang. The London Eye
adalah wahana tertinggi di London, Inggris bentuknya menyerupai kincir angin raksasa
dengan ketinggian 135 meter dan diameter roda 12o meter. The London Eye
terletak ditepian sungai Themes, tempatnya berada di samping gedung parlemen
dan menara jam Big Ben yang legendaris.
Kincir
raksasa itu terdiri dari 32 buah kapsul, kincir akan berputar dengan kecepatan
0,26 meter per detik. Jika menaikinya, kita akan menghabiskan waktu sekitar 30
menit untuk satu kali putara. Dengan waktu yang cukup lama ini, kita bisa
menikmati pandangan kota london sepuasnya dari dalam kapsul kincir angin raksasa
itu. Wahana ini dirancang oleh arsitek David Marks dan Julian Berfield.
Syafira
selalu takjub dengan apa yang dilihatnya. Anak itu malah selalu menahan untuk
tidak berkedip, rugi rasanya bila harus mehilangan satu moment saja.
Hari
yang cerah, matahari sudah terlihat gagah dengan sinarnya. Syafira masih
membantu ibunya membawa barang dari dapur ke warung. Nurul sahabat syafira
dengan sabar menunggu menyelesaikan tugasnya dulu. Setelah itu, dia dan Syafira
berangkat bersama ke sekolah.
Ada segenggam
harapan bagi Syafira di pagi hari ini. Kata ibu kepala sekolah, hari ini adalah
pengumuman siapa saja anak berprestasi yang akan di ajak berlibur ke London,
inggris. Bukan hanya Syafira yang sedang berharap namanya masuk dalam daftar
tersebut, melainkan seluruh guru dan murid-murid di sekolahnya pun berharap demikian.
Karena
dengan begitu, berarti sekolah syafira akan di kenal sebagai sekolah yang
menghasilkan murid berprestasi.
Wah,
bagaimana mimpinya? Pasti seru ya...syafira? ya...lumayanlah meskipun Cuma
mimpi. Hehe...sahut Nurul sambil tertawa kecil.
“Impianku
pergi ke London sampai terbawa mimpi” kata Syafira pada Nurul saat mereka
berdua berjalan kaki menuju sekolah. Dalam mimpi itu aku naik The London Eye.
Dari sana, aku bisa melihat pemandangan kota Loondon yang cantik”.
Semoga
hari ini mimpiku bisa menjadi kenyataan, ya “
“Amiinn...selalu
berdoa syafira, nurul menasehati.
Kring..kring...kring...
Bel
berbunyi tiga kali pertanda murid-murid harus memulai pelajaran pertama. Semua
murid kelas 4 membuka buku bahasa inggris. Karena sebentar lagi pak Ardi akan
datang sambil membawa soal-soal ulangan bahasa inggris. Hari ini ada jadwal
ulangan.
Beberapa
menit kemudian, pak ardi masuk kelas. Tapi, dia tak terlihat membawa soal-soal
seperti perkiraan anak-anak kelas 4. Dia justru datang bersama ibu kepala
sekolah.
Semua
murid terdiam heran...
“Assalamualaikum,
anak-anak, sebelumnya ibu akan meminta maaf karna telah mengganggu aktivitas
belajar kalian,” ujar ibu kepala sekolah. “Pagi ini, ibu akan menyampaikan
berita penting sekaligus menggembirakan untuk kalian semua”.
Semua
anak-anak terdiam....
“Alhamdulillah, salah saru murid dari
sekolah ini, yaitu Syafira masuk dalam daftar pelajar berprestasi yang berkesempatan
berlibur ke London, Inggris. Ibu ucapkan selamat untuk syafira,” ibu kepala
sekolah tersenyum ke arah Syafira.
Syafira
hanya terdiam dan termangu sambil mengepalkan kedua tanagnnya, kalau Nurul
tidak mencubitnya, mungkin dian akan merasa bahwa ini hanya mimpi saja.
Syafira,
impianmu benar-benar terwujud. Mimpimu akhirnya menjadi kenyataan”. Ucap Nurul.
Syafira
merasa senang dan dia berucap syukur kepada Allah SWT atas izinnya mimpinya
menjadi kenyataan.
“Untuk
anak-anak semuanya, bercita-citalah setinggi langit. Miliki mimpi yang besar.
Pasti mimpi itu akan kita gapai kalau kita mau berusaha dan berdoa” , ujar pak
ardi. Syafira adalah contoh teladan bagi kita dalam mewujudkan impian. Jangan
pernah putus asa, karena Allah akan membuka jalan bagi orang-orang yang
berusaha dan bersabar, selamat untuk syafira, “have a nice day” ujar pak ardi.
Dia pulang ke rumah dan membawa kabar yang
bahagia, setelah bercerita ke ibunya dia memutuskan untuk segera mempersiapkan
segala sesuatunya. Ayahnya pulang ke rumah dan Syafira menyampaikan berita
bahagia itu kepada ayahnya. Lalu, Ayah dan ibunya sangat senang mendengar kabar
itu.
“Selamat ya anak ayah dan ibu yang pintar
dan cerdas.....” ucap ayah dan ibu sambil memegang tanganku.
Akhirnya,
mimpi Syafira benar-benar terwujud. Dia tersenyum membayangkan saat dia duduk
di London Eye seperti yang dialaminya dalam mimpi. Tapi, kali ini dia
benar-benar sedang tidak mimpi dan dia nyata sedang duduk di sana sambil
menyaksikan kota London yang indah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar