Senin, 11 Mei 2020

Kisah Penulis






Litersi adalah kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat. Sedangkan menurut  UNESCO menjelaskan bahwa literasi adalah seperangkat keterampilan yang nyata, khususnya keterampilan kognitif dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks dimana keterampilan diperoleh, dari siapa keterampilan diperoleh, dan bagaimana cara memperolehnya.
UNDANG-UNDANG SISTEM PERBUKUAN (UU NO. 3 TAHUN 2017)
“Buku adalah karya tulis dan/atau karya gambar yang diterbitkan berupa cetakan berjilid atau berupa publikasi elektronik yang diterbitkan secara tidak berkala”. Pasal 1 angka 2)
“Penulis adalah setiap orang yang menulis Naskah Buku untuk diterbitkan dalam bentuk Buku (Pasal 1 angka 5)
Produktivitas Hayat dalam menulis dilandasi oleh pemahamannya bahwa menulis itu keterampilan yang membutuhkan pembiasaan dan terus menerus dilatih. Menulis itu tidak bisa hanya dipelajari tetapi wajib untuk dipraktikan terus-menerus, menulis adalah cara paling ampuh untuk melahirkan tulisan-tulisan yang berkualitas dan produktif. Caranya adalah usahakan setiap hari bisa menulis, menulis apa saja, mulai dari pengalaman, kejadian setiap hari, atau cerita kehidupan sendiri, atau pengalamannya selama menjadi dosen atau pengalaman ketika mengajar, dan lain sebagainya. Dunia tulis menulis sangat erat kaitannya dengan lingkungan akademik khususnya perguruan tinggi. Dunia kampus yang berisi para cendikiawan, hendaknya menjadi pusat produktifitas pengembangan karya ilmiah dalam bentuk tulisan yang bermutu seperti laporan penelitian, buku teks, buku ajar asli, rakitan hingga terjemahan buku-buku terkenal.
Berawal di tahun 2015 saya memutuskan berganti profesi menjadi dosen, yang sebelumnya saya adalah seorang guru. Ketika saya menjadi guru saya sudah membuat buku modul pembelajaran untuk kelas 12 tingkat SMK, dengan keberanian untuk mencoba menulis buku modul namun buku tersebut masih banyak yang harus saya revisi karna pertama kali membuat buku modul dan itupun saya lakukan dengan terpaksa, pada saat itu saya mengajar di kelas dan membuka silabus yang telah di susun oleh provinsi dan saya cocokan dengan buku yang ada di sekolah, karna buku itu tidak sesuai dengan silabus, SK dan KD maka dari itu saya berinisiatif untuk membuat buku modul untuk siswa SMK. Seiring berjalannya waktu hati saya merasa bahwa ada perasaan yang hampa ketika itu karna bila saya hanya menjadi guru dan mengajar saja maka tidak ada kompetensi yang bisa saya gali dan tidak bisa mengembangkan ilmu saya karna saya hanya bisa mengembangkan ilmu itu kepada siswa dan siswi saja, setiap hari saya hanya mengajar dan bertemu dengan siswa dan siswi, ada rasa bosan yang membuat hati saya harus meninggalkan profesi guru.
Tahun 2015 akhir saya memutuskan untuk menjadi seorang dosen dan mengajar di perguruan tinggi, sadar dengan profesi yang baru saya pun mulai membuka diri untuk banyak bertanya dan berdiskusi dengan teman prihal tugas dan tanggung jawab saya sebagai dosen, banyak hal yang saya dapatkan dari rekan seprofesi, dan akhirnya saya bertekad meskipun begitu banyak tugas tri dharma yang harus saya kerjakan yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian, namun tidak membuat saya patah semangat untuk maju menggeluti profesi ini. Saya menyandang profesi ini dengan rasa syukur kepada Allah akhirnya saya ada di profesi ini. Setelah saja jalani nyaman dan sangat tertantang begitu banyak tugas tambahan  dosen diperguruan tinggi membuat saya semakin tertantang untuk bisa mengembangkan potensi saya. Selain pengajaran, penelitian dan pengabdian di perguruan tinggi saya pun di amanahkan untuk menjadi panitia inti dalam beberapa kegiatan kampus dari mulai ketua, sekertaris, humas, dan lain-lain. Karna banyak kegiatan kampus seperti magang 1, 2, dan KKNDIK, magang 3 atau PPL, Ujian Proposal,Ujian Sidang, Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan Wisuda ketika itu saya mendapatkan amanat untuk menjadi panitia inti dan syukur alhamdulillah meskipun amanah ini berat namun saya jalani dengan ikhlas dan sabar tanpa memikirkan berapa honor yang akan saya terima setelah mengerjakan amanah ini, hari bulan dan tahun berlalu, di tahun 2017 dan 2018  saya diangkat menjadi ketua magang 1,2,3 dan KKNNDIK banyak hal yang saya pelajari dan mengembangkan kompetensi saya, bekerja sama dengan pihak sekolah, desa, kecamatan, Bappeda dan Kesbangpol  belajar memahami  sistem birokrasi di tempat-tempat ini dengan segala hal yang saya lakukan terutama ketika saya harus meninggalkan anak dan suami beberapa hari untuk tugas ini namun saya tetap menjalani ini dengan ikhlas dan profesional. Selain beberapa tugas kampus sayapun tidak lupa untuk mengembangkan kompetensi saya dalam menulis jurnal, mengikuti seminar-seminar, workshop, lokakarya, public lecturer, pelatihan mendapatkan networking yang banyak tentunaya mereka humbel dan berfikir maju, itu adalah dambaan saya dan tidak sia-sia apa yang saya lakukan banyak manfaat yang dapatkan, dalam doapun saya tak henti-hentinya bersyukur...mungkin ini adalah jalan hidupku untuk berprofesi sebagai dosen.
Di tahun 2017 saya mulai menulis artikel lagi untuk dipresentasikan di kampus-kampus indonesia, pada saat itu saya mengirim artikel ke Universitas Pemulang dan pada hari berikutnya saya presentasi tentang artikel saya pengalaman pertama menulis artikel jurnal cukup membuat saya tidak percaya diri karna saya pemula dalam menulis. Ditengah-tengah teman-teman satu profesi saya mempresentasikan hasil artikel saya dan banyak diantara dosen dan mahasiswa yang bertanya terkait artikel saya, kemudian saya bisa menjawab dengan lugas apa yang sudah saya tulis dan pada akhirnya presentasipun selesai dan sayapun kembali ke rumah.   
Tahun 2018 awal saya berniat dalam hati bahwa saya akan banyak lagi menulis artikel untuk di terbitkan di buku prosiding dan jurnal di beberapa kampus, kesempatan itupun datang kemudian saya benar-benar mencoba lagi untuk menulis artikel dan mengirimkna ke UHAMKA Jakarta pada kegiatan Seminar “International Conference on ELT and CALL” di kampus tersebut saya mempresentasikan hasil karya saya di depan teman-teman dosen, selanjutnya ditahun yang sama saya mengikuti seminar di Universitas Pamulang pada kegiatan “Seminar on Literature” saya membuat artikel lagi kemudian di presentasikan di kampus tersebut, tidak hanya saya menulis artikel tentang penelitian namun saya pun menulis artikel pengabdian pada masyaratakt dalam kegiatan SEMBADHA 2018 STAN (Sekolah Tinggi Politeknik Keuangan Negara) dengan tema” Meningkatkan Peran Perguruan Tinggi Dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat melalui Penguatan UMKM Berbasis Ekonomi Masyarakat melalui Penguatan UMKM Berbasis Ekonomi Kreatif dan Revitalisasi Pengelolaan Dana Desa. Saya diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil pengabdian saya yang sudah saya tuangkan dalam tulisan, hasil dari menulis artikel dan presentasi saya di bukukan dalam buku prosiding yang di terbitkan di kampus Sekolah Tinggi Politeknik Keuangan Negara (STAN), rasa bangga dan tak menyangka bahwa saya bisa menulis artikel di beberapa kampus indonesia. Namun saya tidak puas dengan capaian itu, di tahun yang sama saya bertekad untuk menulis sebuah buku untuk para guru-guru di indonesia dan bisa di jadika rujukan dalam mengajar di kelas, buku pertama saya berjudul “Student’s Perception on Using Authentic Material and Autonomous Learning” terbit di akhir bulan desember tahun 2018 lalu.
Sebagai seorang penulis pemula saya mencoba untuk belajar dan menggali kompetensi saya agar bisa dapat dituangkan dalam tulisan. Di tahun 2019 awal saya membuat artikel dan di publikasikan di kampus universitas Prof. Dr. Moestopo pada saat itu adalah kegiatan International Conference on Challanges and Opportunities of Sustainable Environtment Development, lagi dan lagi saya mendapatkan ilmu yang luar biasa akhirnya saya bisa berjumpa dengan teman dosen lain tidak hanya di indonesia namun di dari luar negeri. Suka duka menjadi penulis pemula sebenarnya banyak sekali, salah satu yang terasa adalah bila naskah buku di tolak oleh penerbit. Bagi mereka yang mengalaminya, pasti mereka akan kecewa. Namun bila kita menyadari bahwa karya tulis yang di tuliskan mengalami banyak kelemahan, maka kita akan segera intropeksi dan memperbaiki naskahnya. Dosen harus memiliki kesadaran menulis. Menjadi dosen yang setiap tahun menelurkan satu buku yang diterbitkan tidaklah mudah di sela-sela kesibukan sebagai dosen. Motivasi dari setiap tulisan yang lahir itu berasal dari kesadaran dan komitmen
Bagi dosen Indonesia, menulis di jurnal internasional kini menjadi trend yang sedang dikejar, karena dianggap merupakan pencapaian prestisius bagi insan ilmiah, namun bagi saya tidak hanya menulis di jurnal kampus dan jurnal internasional yang terindex bla bal bla..... yang harus saya kembangkan, tetapi dalam penulisan buku jenis apapun harus saya pelajari karna dengan menulis hidup saya akan bahagia, bukan karna royalti ataupun salery yang di dapat namun ketenangan dan kebahagiaan batin yang membuat saya bersyukur bisa menjadi penulis walaupun saya masih termasuk penulis pemula, namun dengan keyakinan dan kerja keras saya yakin akan menjadi penulis profesional. Menurut saya, pekerjaan seorang penulis tidak mudah butuh banyak latihan agar menjadi penulis profesional. Semoga perjalanan saya sebagai penulis dalam menekuni dunia literasi dapat menginspirasi banyak orang terutama teman-teman seprofesi dengan saya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar