Litersi adalah
kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan
memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan,
keluarga dan masyarakat. Sedangkan menurut
UNESCO menjelaskan bahwa literasi adalah seperangkat keterampilan yang
nyata, khususnya keterampilan kognitif dalam membaca dan menulis yang terlepas
dari konteks dimana keterampilan diperoleh, dari siapa keterampilan diperoleh,
dan bagaimana cara memperolehnya.
UNDANG-UNDANG SISTEM PERBUKUAN (UU NO. 3 TAHUN 2017)
“Buku adalah karya tulis dan/atau karya gambar yang diterbitkan berupa
cetakan berjilid atau berupa publikasi elektronik yang diterbitkan secara tidak
berkala”. Pasal 1 angka 2)
“Penulis adalah setiap orang yang menulis Naskah Buku untuk diterbitkan
dalam bentuk Buku (Pasal 1 angka 5)
Produktivitas
Hayat dalam menulis dilandasi oleh pemahamannya bahwa menulis itu keterampilan
yang membutuhkan pembiasaan dan terus menerus dilatih. Menulis itu tidak bisa hanya
dipelajari tetapi wajib untuk dipraktikan terus-menerus, menulis adalah cara
paling ampuh untuk melahirkan tulisan-tulisan yang berkualitas dan produktif.
Caranya adalah usahakan setiap hari bisa menulis, menulis apa saja, mulai dari
pengalaman, kejadian setiap hari, atau cerita kehidupan sendiri, atau
pengalamannya selama menjadi dosen atau pengalaman ketika mengajar, dan lain
sebagainya. Dunia tulis menulis sangat erat kaitannya dengan lingkungan
akademik khususnya perguruan tinggi. Dunia kampus yang berisi para cendikiawan,
hendaknya menjadi pusat produktifitas pengembangan karya ilmiah dalam bentuk
tulisan yang bermutu seperti laporan penelitian, buku teks, buku ajar asli,
rakitan hingga terjemahan buku-buku terkenal.
Berawal di tahun 2015 saya memutuskan berganti
profesi menjadi dosen, yang sebelumnya saya adalah seorang guru. Ketika saya
menjadi guru saya sudah membuat buku modul pembelajaran untuk kelas 12 tingkat
SMK, dengan keberanian untuk mencoba menulis buku modul namun buku tersebut
masih banyak yang harus saya revisi karna pertama kali membuat buku modul dan itupun
saya lakukan dengan terpaksa, pada saat itu saya mengajar di kelas dan membuka
silabus yang telah di susun oleh provinsi dan saya cocokan dengan buku yang ada
di sekolah, karna buku itu tidak sesuai dengan silabus, SK dan KD maka dari itu
saya berinisiatif untuk membuat buku modul untuk siswa SMK. Seiring berjalannya
waktu hati saya merasa bahwa ada perasaan yang hampa ketika itu karna bila saya
hanya menjadi guru dan mengajar saja maka tidak ada kompetensi yang bisa saya
gali dan tidak bisa mengembangkan ilmu saya karna saya hanya bisa mengembangkan
ilmu itu kepada siswa dan siswi saja, setiap hari saya hanya mengajar dan
bertemu dengan siswa dan siswi, ada rasa bosan yang membuat hati saya harus
meninggalkan profesi guru.
Tahun 2015 akhir saya memutuskan untuk menjadi
seorang dosen dan mengajar di perguruan tinggi, sadar dengan profesi yang baru
saya pun mulai membuka diri untuk banyak bertanya dan berdiskusi dengan teman
prihal tugas dan tanggung jawab saya sebagai dosen, banyak hal yang saya
dapatkan dari rekan seprofesi, dan akhirnya saya bertekad meskipun begitu
banyak tugas tri dharma yang harus saya kerjakan yaitu pengajaran, penelitian
dan pengabdian, namun tidak membuat saya patah semangat untuk maju menggeluti
profesi ini. Saya menyandang profesi ini dengan rasa syukur kepada Allah
akhirnya saya ada di profesi ini. Setelah saja jalani nyaman dan sangat
tertantang begitu banyak tugas tambahan
dosen diperguruan tinggi membuat saya semakin tertantang untuk bisa
mengembangkan potensi saya. Selain pengajaran, penelitian dan pengabdian di
perguruan tinggi saya pun di amanahkan untuk menjadi panitia inti dalam
beberapa kegiatan kampus dari mulai ketua, sekertaris, humas, dan lain-lain.
Karna banyak kegiatan kampus seperti magang 1, 2, dan KKNDIK, magang 3 atau PPL,
Ujian Proposal,Ujian Sidang, Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan Wisuda ketika
itu saya mendapatkan amanat untuk menjadi panitia inti dan syukur alhamdulillah
meskipun amanah ini berat namun saya jalani dengan ikhlas dan sabar tanpa
memikirkan berapa honor yang akan saya terima setelah mengerjakan amanah ini,
hari bulan dan tahun berlalu, di tahun 2017 dan 2018 saya diangkat menjadi ketua magang 1,2,3 dan
KKNNDIK banyak hal yang saya pelajari dan mengembangkan kompetensi saya,
bekerja sama dengan pihak sekolah, desa, kecamatan, Bappeda dan Kesbangpol belajar memahami sistem birokrasi di tempat-tempat ini dengan
segala hal yang saya lakukan terutama ketika saya harus meninggalkan anak dan
suami beberapa hari untuk tugas ini namun saya tetap menjalani ini dengan
ikhlas dan profesional. Selain beberapa tugas kampus sayapun tidak lupa untuk
mengembangkan kompetensi saya dalam menulis jurnal, mengikuti seminar-seminar, workshop,
lokakarya, public lecturer, pelatihan mendapatkan networking yang banyak tentunaya
mereka humbel dan berfikir maju, itu adalah dambaan saya dan tidak sia-sia apa
yang saya lakukan banyak manfaat yang dapatkan, dalam doapun saya tak
henti-hentinya bersyukur...mungkin ini adalah jalan hidupku untuk berprofesi
sebagai dosen.
Di tahun 2017 saya mulai menulis artikel lagi untuk
dipresentasikan di kampus-kampus indonesia, pada saat itu saya mengirim artikel
ke Universitas Pemulang dan pada hari berikutnya saya presentasi tentang
artikel saya pengalaman pertama menulis artikel jurnal cukup membuat saya tidak
percaya diri karna saya pemula dalam menulis. Ditengah-tengah teman-teman satu
profesi saya mempresentasikan hasil artikel saya dan banyak diantara dosen dan
mahasiswa yang bertanya terkait artikel saya, kemudian saya bisa menjawab
dengan lugas apa yang sudah saya tulis dan pada akhirnya presentasipun selesai
dan sayapun kembali ke rumah.
Tahun 2018 awal saya berniat dalam hati bahwa
saya akan banyak lagi menulis artikel untuk di terbitkan di buku prosiding dan
jurnal di beberapa kampus, kesempatan itupun datang kemudian saya benar-benar
mencoba lagi untuk menulis artikel dan mengirimkna ke UHAMKA Jakarta pada
kegiatan Seminar
“International Conference on ELT and CALL” di kampus tersebut saya
mempresentasikan hasil karya saya di depan teman-teman dosen, selanjutnya ditahun
yang sama saya mengikuti seminar di Universitas Pamulang pada kegiatan “Seminar
on Literature” saya membuat artikel lagi kemudian di presentasikan di kampus
tersebut, tidak hanya saya menulis artikel tentang penelitian namun saya pun
menulis artikel pengabdian pada masyaratakt dalam kegiatan SEMBADHA 2018 STAN (Sekolah
Tinggi Politeknik Keuangan Negara) dengan tema” Meningkatkan Peran Perguruan
Tinggi Dalam Mendorong
Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat melalui Penguatan UMKM Berbasis Ekonomi
Masyarakat melalui Penguatan UMKM Berbasis Ekonomi Kreatif dan Revitalisasi
Pengelolaan Dana Desa. Saya diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil
pengabdian saya yang sudah saya tuangkan dalam tulisan, hasil dari menulis
artikel dan presentasi saya di bukukan dalam buku prosiding yang di terbitkan
di kampus Sekolah Tinggi Politeknik Keuangan Negara (STAN), rasa bangga dan tak
menyangka bahwa saya bisa menulis artikel di beberapa kampus indonesia. Namun
saya tidak puas dengan capaian itu, di tahun yang sama saya bertekad untuk
menulis sebuah buku untuk para guru-guru di indonesia dan bisa di jadika
rujukan dalam mengajar di kelas, buku pertama saya berjudul “Student’s Perception on Using Authentic Material and Autonomous
Learning” terbit
di akhir bulan desember tahun 2018 lalu.
Sebagai seorang penulis
pemula saya mencoba untuk belajar dan menggali kompetensi saya agar bisa dapat
dituangkan dalam tulisan. Di tahun 2019 awal saya membuat artikel dan di
publikasikan di kampus universitas Prof. Dr. Moestopo pada saat itu adalah
kegiatan International
Conference on Challanges and Opportunities of Sustainable Environtment
Development, lagi dan lagi saya mendapatkan ilmu yang luar biasa akhirnya saya
bisa berjumpa dengan teman dosen lain tidak hanya di indonesia namun di dari
luar negeri. Suka duka menjadi penulis pemula sebenarnya banyak sekali, salah
satu yang terasa adalah bila naskah buku di tolak oleh penerbit. Bagi mereka
yang mengalaminya, pasti mereka akan kecewa. Namun bila kita menyadari bahwa
karya tulis yang di tuliskan mengalami banyak kelemahan, maka kita akan segera
intropeksi dan memperbaiki naskahnya. Dosen
harus memiliki kesadaran menulis. Menjadi dosen yang
setiap tahun menelurkan satu buku yang diterbitkan tidaklah mudah di sela-sela
kesibukan sebagai dosen. Motivasi dari setiap tulisan yang lahir itu berasal
dari kesadaran dan komitmen
Bagi dosen Indonesia, menulis di jurnal internasional kini menjadi trend yang
sedang dikejar, karena dianggap merupakan pencapaian prestisius bagi insan
ilmiah, namun bagi saya tidak hanya menulis di jurnal kampus dan jurnal
internasional yang terindex bla bal bla.....
yang harus saya kembangkan, tetapi dalam penulisan buku jenis apapun harus saya
pelajari karna dengan menulis hidup saya akan bahagia, bukan karna royalti
ataupun salery yang di dapat namun ketenangan dan kebahagiaan batin yang
membuat saya bersyukur bisa menjadi penulis walaupun saya masih termasuk
penulis pemula, namun dengan keyakinan dan kerja keras saya yakin akan menjadi
penulis profesional. Menurut saya, pekerjaan seorang penulis tidak mudah butuh
banyak latihan agar menjadi penulis profesional. Semoga perjalanan saya sebagai
penulis dalam menekuni dunia literasi dapat menginspirasi banyak orang terutama
teman-teman seprofesi dengan saya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar