Matahari masih berinar tak ingkar janji, walau dunia ini
sedang menangis karna pandemik virus corona. Situasi lockdown masih terasa,
memasuki minggu ke empat berjalan terasa lambat. Di benaku masih terlintas
antara percaya dan tidak percaya dengan berbagai kebijakan dan berita yang
simpang siur dimensos dan TV.But the show must go on walaupun larangan solat
jumat dan aktivitas di luar di
berlakukan. Sebuah kejadian yang sangat langka, tak heran pro dan kontrakpun bermunculan.
Ya sudah lah ...
Batinku terus bersenandung bergelantung segera pulang
kampung. Rindu dengan kehangatan orangtua yang jarang bertemu, kampung halaman
yang selalu ku rindu.
Sayapun dalam mematuhi larangan itu tetap tawakal dan
optimis. Badai pasti berlalu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar