Senin, 11 Mei 2020

Dunia Melawan Corona


Dunia Melawan Corona
Posted On : 16/04/2020 Published By : Intelmedia




Wawat Srinawati, S.Pd, M.Pd
 Dosen STKIP Muhammadiyah Bogor

INTEL MEDIA – BOGOR – Mencatat peristiwa di tahun 2020 itu sesuatu, dengan penuh rasa nano-nano kenyataan yang ada memang harus dihadapi, jangan panik! Ini adalah atas izin Allah, hadapi dengan cermat  dan bijak. Insya Allah kita selamat. Ya semacam sugesti agar kuat dan selalu positif  thinking untuk melawan virus corona. Corona berasal dari bahasa Arab “qarna” atau qarnun maka artinya mahkota.
Ini berdasarkan pengamatan lihat microskop bentuk virus itu seperti mahkota tetapi mengapa ada yang mengartikan “berterusan atau berhubung”? pernyataan atau keterangan ini pun masih disangkal oleh orang yang lebih ahli dengan bahasa Arab.
Adapun sebutan corona memang harus di lawan. Lalu, yang menarik untuk di bahas itu ya  dampak dari cara melawan virus corona itu sendiri.
Kadang saya juga di buat keder dengan bermunculan suara2 dari mulai yang nyiyir dengan kebijakan pemerintah hingga postingan yang penuh kehawatiran. Lalu menjadi tranding topik di hampir semua media sosial . Tak jarang saya pun tertawa saat muncul ide kreatif dari orang-orang yang memiliki sense of humor. Mereka menjadi kreatif dengan memviralkan yang bisa terjadi atau akibat dari pandemi covid-19 semua ini sangat membuat saya penasaran.
Dari informasi yang di dapat, saya jadi paham bagaimana sudut pandang masyarakat yang menyuarakan ide atau pengetahuan yang mereka miliki tentang serba serbi corona. Memang saat ini kita kaya tentang informasi, sayangnya tidak semua info itu benar. Informasi dari media bahwa penyebaran covid-19 telah mengekspansi 190 negara termasuk indonesia. Makhluk kecil ciptaan Allah ini telah mengguncang dunia.
Berawal virus itu dari Wuhan dan terus memenyebar ke manca negara indonesia yang mayoritas beragama islam sempat bangga kalau sudah punya penangkalnya yaitu berwudu selama 5 kali sehari. Maka tidak akan terkena musibah ditambah berada di daerah tropis yang kaya sinar matahari dari segala penjuru tetapi sekarang apa yang terjadi? Virus itu tetap datang ke indonesia dan membuat rakyat serta pemerintah kewalahan, indonesia harus bersinergi melawan corona.
Pada tahun 2011 orang Amerika sudah membuat filmnya dengan judul Coronavirus. Hanya yang saat ini berkembang atau mutasi jadi Covid-19, hasilnya berupa data dan informasi yang sangat diperlukan sebagai bahan untuk merancang strategi penanggulangan virus yang sudah menjadi pandemik.
Selain untuk mengetahui bagaimana tingkah laku dan pengetahuan masyarakat terkait penyebaran virus corona, survei dan pengambilan data dilakukan untuk mengetahui persepsi publik tentang upaya pemerintah dalam penanganan pandemik ini.
Ternyata banyaknya perintah yang tidak jelas dari atas ke bawah. Sehingga salah kaprah, misalnya banyak jenazah korban corona yang saat akan di makamkan harus dipingpong dulu ke sana kemari.
Coba bayangkan bagaimana perasaan keluarganya? sedih melihat kondisi pada saat ini. Terlebih banyak dampak lain yang sangat merugikan bangsa ini yaitu sistem ekonomi yang tidak stabil, sehingga banyak perusahaan yang memutuskan hubungan kerja (PHK) karyawannya secara besar-besaran.
Dampak inipun merunut ke daya hidup masyarakat semakin melemah dan tidak punya penghasilan sehingga dalam menghidupi kebutuhan keluarga begitu sulit. Tentunya ini harus ada tindakan dari pemerintah untuk membuat kebijakan-kebijakan yang bisa membantu seluruh masyarakat agar tidak terpuruk dengan kondisi saat ini.
Ada beberapa hasil survei yang dilakukan oleh para peneliti indonesia 69,6 persen responden yang mengganggap situasi saat ini serius dan tidak boleh diremehkan, tetapi ada 27, 9 persen menjawab situasinya sudah gawat darurat, tetapi anehnya masih ada 2,5 persen yang mengganggap penyebaran COVID 19 ini bukan ancaman, ini hanya hal yang dibesar-besarkan atau tidak tahu.
Yang namanya survei bisa valid dan bisa juga kurang dipercaya.
Menyimak hasil survei ini saya dan mungkin andapun penasaran apa yang dilakukan responden untuk mencegah atau menghadapi krisis ini. Anda penasaran? Saya juga.(Mjf)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar