Dunia Melawan
Corona
Posted On : 16/04/2020 Published By : Intelmedia
Wawat Srinawati, S.Pd, M.Pd
Dosen STKIP
Muhammadiyah Bogor
INTEL MEDIA – BOGOR – Mencatat peristiwa di tahun 2020 itu sesuatu,
dengan penuh rasa nano-nano kenyataan yang ada memang harus dihadapi, jangan
panik! Ini adalah atas izin Allah, hadapi dengan cermat dan bijak. Insya
Allah kita selamat. Ya semacam sugesti agar kuat dan selalu positif
thinking untuk melawan virus corona. Corona berasal dari bahasa Arab “qarna”
atau qarnun maka artinya mahkota.
Ini berdasarkan pengamatan lihat
microskop bentuk virus itu seperti mahkota tetapi mengapa ada yang mengartikan
“berterusan atau berhubung”? pernyataan atau keterangan ini pun masih disangkal
oleh orang yang lebih ahli dengan bahasa Arab.
Adapun sebutan corona memang harus di lawan.
Lalu, yang menarik untuk di bahas itu ya dampak dari cara melawan virus
corona itu sendiri.
Kadang saya juga di buat keder dengan
bermunculan suara2 dari mulai yang nyiyir dengan kebijakan pemerintah hingga
postingan yang penuh kehawatiran. Lalu menjadi tranding topik di hampir semua
media sosial . Tak jarang saya pun tertawa saat muncul ide kreatif dari
orang-orang yang memiliki sense of humor. Mereka menjadi kreatif dengan
memviralkan yang bisa terjadi atau akibat dari pandemi covid-19 semua ini sangat
membuat saya penasaran.
Dari informasi yang di dapat, saya jadi
paham bagaimana sudut pandang masyarakat yang menyuarakan ide atau pengetahuan
yang mereka miliki tentang serba serbi corona. Memang saat ini kita kaya
tentang informasi, sayangnya tidak semua info itu benar. Informasi dari media
bahwa penyebaran covid-19 telah mengekspansi 190 negara termasuk indonesia.
Makhluk kecil ciptaan Allah ini telah mengguncang dunia.
Berawal virus itu dari Wuhan dan terus
memenyebar ke manca negara indonesia yang mayoritas beragama islam sempat
bangga kalau sudah punya penangkalnya yaitu berwudu selama 5 kali sehari. Maka
tidak akan terkena musibah ditambah berada di daerah tropis yang kaya sinar
matahari dari segala penjuru tetapi sekarang apa yang terjadi? Virus itu tetap
datang ke indonesia dan membuat rakyat serta pemerintah kewalahan, indonesia
harus bersinergi melawan corona.
Pada tahun 2011 orang Amerika sudah
membuat filmnya dengan judul Coronavirus. Hanya yang saat ini berkembang atau
mutasi jadi Covid-19, hasilnya berupa data dan informasi yang sangat diperlukan
sebagai bahan untuk merancang strategi penanggulangan virus yang sudah menjadi
pandemik.
Selain untuk mengetahui bagaimana
tingkah laku dan pengetahuan masyarakat terkait penyebaran virus corona, survei
dan pengambilan data dilakukan untuk mengetahui persepsi publik tentang upaya
pemerintah dalam penanganan pandemik ini.
Ternyata banyaknya perintah yang tidak
jelas dari atas ke bawah. Sehingga salah kaprah, misalnya banyak jenazah korban
corona yang saat akan di makamkan harus dipingpong dulu ke sana kemari.
Coba bayangkan bagaimana perasaan
keluarganya? sedih melihat kondisi pada saat ini. Terlebih banyak dampak lain
yang sangat merugikan bangsa ini yaitu sistem ekonomi yang tidak stabil,
sehingga banyak perusahaan yang memutuskan hubungan kerja (PHK) karyawannya
secara besar-besaran.
Dampak inipun merunut ke daya hidup
masyarakat semakin melemah dan tidak punya penghasilan sehingga dalam
menghidupi kebutuhan keluarga begitu sulit. Tentunya ini harus ada tindakan
dari pemerintah untuk membuat kebijakan-kebijakan yang bisa membantu seluruh
masyarakat agar tidak terpuruk dengan kondisi saat ini.
Ada beberapa hasil survei yang dilakukan
oleh para peneliti indonesia 69,6 persen responden yang mengganggap situasi
saat ini serius dan tidak boleh diremehkan, tetapi ada 27, 9 persen menjawab
situasinya sudah gawat darurat, tetapi anehnya masih ada 2,5 persen yang
mengganggap penyebaran COVID 19 ini bukan ancaman, ini hanya hal yang
dibesar-besarkan atau tidak tahu.
Yang namanya survei bisa valid dan bisa
juga kurang dipercaya.
Menyimak hasil survei ini saya dan
mungkin andapun penasaran apa yang dilakukan responden untuk mencegah atau
menghadapi krisis ini. Anda penasaran? Saya juga.(Mjf)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar